Gigi tiruan bahan porselen banyak digunakan sebagai bahan pembuat mahkota jenis jaket, mahkota jembatan (bridge), inlay, onlay, dan veneer. Porselen memiliki sifat keras, kuat, dan tahan terhadap keausan. Porselen juga memiliki nilai estetis yang baik karena warna translusenya mudah disesuaikan dengan warna gigi asli. Namun porselen memiliki kekurangan yaitu bersifat rapuh terhadap tekanan kunyah berlebih, sehingga perlu ditambahkan lapisan didalamnya untuk menambah daya kekuatan porselen. Lapisan penambahan yang digunakan adalah aloi atau metal, mahkota porselen dengan lapisan metal atau yang dikenal dengan PFM (porcelain fused to metal) memiliki kelebihan yaitu tahan terhadap fraktur (patahnya gigi tiruan). Namun kekurangan PFM adalah kurang estetis karena ada lapisan metal dibawah porselen sehingga kadang memberikan efek sedikit gelap.

Gambar 1 : Pembuatan mahkota gigi tiruan berbahan PFM, sedikit terlihat bayangan hitam di leher gusi | Sumber : DentaGama
Penggunaan PFM biasanya lebih disarankan untuk gigi belakang yang lebih perlu kekuatan untuk pengunyahan dibandingkan dengan estetik. Jika ingin menggunakan bahan PFM pada gigi depan, biasanya lapisan metal bagian depan dari mahkota tiruan akan dibuat lebih pendek sehingga tidak terlalu tampak bayangan hitam. Beberapa kasus pasien ada yang memiliki reaksi alergi setelah dipasang PFM, karena adanya lapisan metal didalam mahkota tiruan, sehingga penggunaan PFM pada pasien alergi metal tidak disarankan.

Gambar 2 : Pembuatan mahkota gigi tiruan onlay berbahan zirconia pada gigi belakang Sumber : Edelhoff, dkk. 2019.
Bahan berikutnya adalah zirconia, zirconia adalah mineral dan kristalinedioksida dari bahan zirconium. Dimana zirconium awalnya digunakan sebagai bahan pembuatan tulang buatan atau pinggul buatan, sehingga memang kekuatan dari zirconium sendiri sudah teruji. Zirconia merupakan salah satu jawaban jika ingin membuat mahkota tiruan dengan warna yang mirip dengan gigi asli karena tidak ada campuran bahan metal, selain itu zirconia juga tidak memiliki bahan berbahaya yang dapat memicu terjadinya alergi pada pasien terhadap suatu bahan tertentu, memiliki kekuatan terhadap pengunyahan, dan memiliki stabilitas bentuk/dimensi yang sangat baik.
Zirconia, dilihat dari segi estetika memiliki warna putih kusam dan memiliki opaksitas (kepadatan warna) yang dapat menutup struktur gigi asli dibawahnya. Belakangan ini, bahan zirconia juga dilakukan pengembangan pewarnaan dengan perbaikan translusensi (dapat dilewati cahaya) agar warnya sangat mirip dengan gigi asli.
Penggunaan bahan zirconia tidak disarankan untuk pasien yang memiliki kebiasaan buruk seperti bruxism (menggertakan gigi saat malam hari atau kondisi tidak sadar) karena zirconia adalah material yang sangat keras, saking kerasnya dapat mempengaruhi gigi lawan dari gigi yang dipasang mahkota tiruan jika pasien memiliki kebiasaan buruk. Apabila dilihat dari sisi ekonomi, bahan zirconia relative membutuhkan biaya yang lebih tinggi dibandingkan dengan bahan porselen-metal.
Pemilihan bahan gigi tiruan harus memperhatikan beberapa aspek antara lain seberapa besar kerusakan gigi yang ada, apakah penggunaan untuk gigi depan atau gigi belakang, perlu memperhatikan apakah pasien ada alergi atau kebiasaan buruk, dan yang terkahir adalah kemampuan ekonomi pasien. Maka dari itu sebaiknya konsultasikan dulu permasalahan gigi yang ada dengan dokter gigi yang ada di “ Klinik Dentistime”, sehingga didapatkan keputusan yang baik untuk pasien dalam pembuatan gigi palsu.
Sumber artikel :
- Amalia Elka Ayu, Kusuma Heriyanti Amalia, Wahyuningtyas Endang. 2015. Perbedaan Ketahanan Fraktur Mahkota Zirkonia-Porselen dan Porcelain Fused to Metal dengan Finishing Line Chamfer dan Shoulder. Yogyakarta : J Ked Gi, Vol. 6, No. 3.
- Ningsih Juwita Raditya, Saskianingtyas Yogtasa Sekararum. Zirconia dan Resin Komposit sebagai Restorasi Indirek pada Gigi Posterior. Surakarta: Prosiding Dental Seminar. Departemen Konservasi gigi Universitas Muhammadiyah Surakarta.
ditulis oleh drg. Rifqi Adi Kelvianto




0 Comments